Contoh Kasus Kepribadian Psikoanalisis

Kali ini author akan berbagi mengenai contoh kasus yang terkait dengan kepribadian psikoanalisis, khususnya yang terkait dengan permasalahan kecemasan, yang sering kita temukan di lingkungan kita. Silahkan dibaca 🙂

emha

Saya sering menganggap seorang anak yang menangis saat ditinggal orang tuanya itu wajar. Namun setelah di telaah si anak agak mengganggu dan tidak bisa tenang. Ia adalah teman dekat saya ketika sekolah menengah pertama. Ia adalah seorang perempuan yang sekarang berumur 18 tahun, dia merasa nyaman jika di luar rumah bersama teman-teman ketika itu, dibanding hanya diam rumah. Orangtuanya telah bercerai sekarang, dann sekarang ia tinggal bersama ibunya dan seorang adik laki-laki

Saat saya tanya kepada teman saya sesungguhnya dia kenapa, ia juga tidah tahu. Dia jarang bercerita tentang keluarganya, saya dan teman-teman saya waktu itu berusaha membuat dia bisa berbagi cerita tentang keluarganya. Pada suatu saat, akhirnya teman saya mau terbuka untuk bercerita. Ia selalu merasa gelisah jika dirumah melihat orang tuanya bertengkar, daripada mendengar keributan orang tuanya ia lebih memilih untuk di luar rumah. Tanpa ada maksud untuk menggurui, dalam hal ini teman saya sebagai anak pertama juga tidak dapat di salahkan. Karena dengan usia 14 tahun yang tidak tahu apa-apa ketika itu, ia belum bisa dibilang anak mandiridan pemikirannya belum dewasa. Tambah lagi ia memang sedikit kekanak-kanakan, wajar saja jika melarikan diri dari masalah. Dan ternyata dia bercerita kepada saya bahwa dia tidak diperhatikan oleh orangtuanya, makanya ia lebih memilih bersama teman-temannya yang jelas-jelas lebih memperhatikannya.

Jadi intinya, kecemasan dapat datang dari orang yang jelas-jelas kita sayangi dari lahir sampa dengan seumur hidup. Disini, diperlukan peran orang tua yang paling penting untuk mendidik anak dan memperhatikan tumbuh kembang anak.

Sekian salah satu contoh kasus yang author bisa ceritakan kepada semua, semoga dapat bermanfaat ^^~ terima kasih…

Referensi : Pengalaman Author ketik masih SMP ^^

Iklan

Manusia dan Kegelisahan

A. DEFINISI GELISAH
Kegelisahan berasal dari kata gelisah , yang berarti tidak tentram hatinya , selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas. Tidak lain dari semua itu adalah reaksi natural psikologis dan phisiologis akibat ketegangan saraf dan kondisi-kondisi kritis atau tidak menyenangkan.

gelisah

B. FAKTOR TERJADINYA GELISAH
Banyaknya faktor yang menyebabkan seseorang gelisah. Misalnya orang gelisah karena menanti kabar diterima atau tidaknya ketika melamar pekerjaan, atau gelisah karena ada pekerjaan yang belum tuntas tapi sudah dateline, atau gelisah karena takut tidak bisa menyelesaikan ujian, dan lain-lain. Nah kalau sudah seperti ini, ada baiknya masing-masing kita menganalisis diri kita sendiri. Mencoba mencatat apa yang terjadi dalam diri kita, apa yang menyebabkan timbul, apa yang menyebabkan hilang, termasuk perasaan baik positif ataupun negatif. Sehingga jika perasaan itu positif, kita mampu secara berulang memunculkannya faktor penyebabnya dan jika perasaan itu negatif kita mampu mereduksi faktor penyebabnya.

Baca selanjutnya……………………

Struktur Kepribadian

Id, Ego dan Superego

Id, Ego dan Superego

Terdapat tiga komponen dalam kepribadian menurut Freud yakni id, ego dan superego. Freud menjelaskan bahwa perilaku seseorang dihasilkan dari interaksi dari tiga komponen tersebut, antara lain :
a. Id (Das Es)
Id merupakan komponen biologis kehidupan kejiwaan seseorang. Bagian dari kepribadian yang paling primitif yang berisikan motivasi dan energi positif. Selalu berprinsip ingin memenuhi kesenangan untuk diri sendiri (pleasure principle), berusaha menghindari rasa sakit dan mengejar kesenangan tanpa mempertimbangkan situasi eksternal.
Ciri kepribadian Id, antara lain :
a. Tempat kedudukan dari insting
b. Banyak tuntutan dan memaksakan kehendak
c. Tidak pernah berfikir, hanya fokus pada keinginan dan berbuat
d. Semangat menyala-nyala, tidak bisa mentolerir ketegangan

b. Ego (Das Ich)
Ego adalah mediator antara id dan superego, yang berkembang ketika anak belajar mempertimbangkan tuntutan realita. Ego merupakan komponen psikologis kehidupan seseorang. Selalu berorientasi pada kenyataan (reality principle) untuk mengonsiliasi tuntutan id, superego, dan realita dunia. Dalam mencapai kepuasan ego berdasar pada proses sekunder yaitu berfikir realistik dan berfikir rasional. Dalam proses disebelumnya yaitu proses primer hanya membawanya pada suatu titik, dimana ia mendapat gambaran dari benda yang akan memuaskan keinginannya, langkah selanjutnya adalah mewujudkan apa yang ada di das es dan langkah ini melalui proses sekunder.

Ciri kepribadian ego, antara lain :
a. Tempat kedudukan intelegensi dan rasionalitas
b. Bersifat “eksekutif” dalam pengaturan kepribadian, bertugas memutuskan tindakan apa yang tepat dan dengan cara apa pemuasan akan dilakukan.
c. Mengadakan kontak dengan dunia realitas yang ada di luar diri seseorang
d. Seluruh energi (daya) ego berasal dari id
e. Ego bertujuan untuk mempertahankan kehidupan individu dan pengembanbiakannya.

Baca Selanjutnya…….>

Biografi Singkat Pendiri Teori Psikoanalisis

Sebelum penulis menjelaskan bagaimana teori psikoanalisis, mari kita kenali siapa tokoh pendirinya. Selamat membaca 🙂

Sigmund Freud (1856-1939)

Awal munculnya teori psikoanalisis  diprakarsai oleh seorang tokoh, yakni Sigismund Schlomo Freud (Dr. Sigmund Freud). Freud lahir pada tanggal 6 Mei 1856 di Freiberg, Moravia (yang sekarang dikenal sebagai bagian dari wilayah Republik Ceko). Beliau adalah tokoh pertama dan utama pendiri aliran psikoanalisis yang cukup fenomenal di cabang ilmu psikologi. Ia masuk fakultas Kedokteran, Universitas Wina dan lulus pada tahun 1881. Walaupun Freud bukan psikolog pertama dalam perkembangan teori psikologi modern, tetapi Freud merupakan salah satu tokoh yang sangat penting dan cukup berpengaruh dalam perkembangan ilmu di bidangnya.

Freud tertarik dengan dunia hipnotis dan memperlajari hipnotis di Prancis, kemudian menggunakannya untuk membantu pasien penderita penyakit mental. Lalu, ia berhasil menggunakan metode baru untuk menyembuhkan penderita tekanan Psikologis dengan asosiasi bebas dan analisis mimpi yang menyebabkan ia meninggalkan hipnotis. Hal yang menjadi dasar terciptanya metode tersebut adalah dari konsep alam bawah sadar, Asosiasi bebas merupakan metode yang digunakan untuk mengungkap masalah-masalah yang ditekan oleh diri seseorang namun terus mendorong keluar secara tidak disadari sampai menimbulkan permasalahan. Sedangkan analisis mimpi merupakan metode yang digunakan dari pemahaman Freud bahwa mimpi merupakan pesan alam bawah sadar yang abstrak terhadap alam sadar. Ketika masalah-masalah alam bawah sadar ini telah berhasil diungkap, maka untuk penyelesaian selanjutnya akan lebih mudah untuk diselesaikan. Hal-hal ini dilakukan untuk mengembangkan sesuatu yang kini dikenal sebagai “obat dengan berbicara”. Hal-hal ini menjadi unsur inti psikoanalisis. Freud begitu tertarik pada kondisi yang dulu disebut histeria dan sekarang disebut sindrom konversi.

Banyak pemikiran dan gagasannya dalam ilmu psikologi yang cukup substansial sekaligus Kontroversial (Alwisol, 2006). Ia telah mendapat bermacam-macam tanggapan dari berbagai tanggapan, dimulai dari pujian serta kekaguman sampai kritik dan celaan.  Teori-teori Freud serta caranya mengobati pasien yang banyak menimbulkan kontroversi di kota Wina, Austria pada abad kesembilan belas, dan sampai masa kini masih kerap diperdebatkan. Maka dari itu, selain di bidang riset ilmiah dan kedokteran, teori-teori Freud seringkali dianalisis dan didiskusikan dalam ruang lingkup karya sastra, filsafat dan budaya.

Baca Selanjutnya…….>